Tampilkan postingan dengan label Skripsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Skripsi. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Juli 2013

Ribuan Skripsi, Tesis, dan Disertasi Mahasiswa UGM Diterbitkan


YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - UGM akan menerbitkan semua hasil skripsi, tesis dan disertasi mahasiswa yang dianggap berkualitas dalam bentuk buku. Seluruh hasil penelitian tugas akhir mahasiswa itu dicetak oleh penerbitan milik UGM, Gama Press. Syaratnya, mahasiswa yang akan dan telah menyelesaikan tugas akhir akan disodorkan lembar pernyataan bahwa dirinya bersedia apabila hasil penelitiannya dipublikasikan.
''Jadi dirancang sejak dari awal, skripsi, tesis dan disertasi mahasiswa siap dipublikasikan,'' kata Rektor UGM Prof Dr Pratikno MSocSc dalam pelantikan pengelola Gadjah Mada University Press (Gama Press) di ruang Multimedia UGM.
Dia mengatakan, UGM memiliki ribuan hasil penelitian setiap tahunnya yang potensial untuk bisa dipublikasikan tapi kenyataannya sedikit yang telah diterbitkan dalam bentuk buku. ''Ada ribuan judul penelitian, ribuan skripsi, tesis dan disertasi setiap tahunnya, tapi Gama press tidak punya naskah untuk diterbitkan. Makanya status (tugas) Gama Press diubah, produksi naskah dari hasil penelitian,'' katanya.
Gama press yang sebelumnya menjadi unit usaha UGM dibawah kendali PT GMUM, saat ini sudah berubah statusnya menjadi unsur penunjang universitas setelah mendapat persetujuan dari Majelis Wali Amanat (MWA) UGM akhir tahun lalu. ''Poinnya mensinergikan dan megintegrasikan kegiatan riset dan pendidikan dosen mahasiswa,'' ujarnya.
Sebagai unsur penunjang, tambahnya, diharapkan Gama Press tidak hanya melayani bidang penerbitan dan percetakan buku namun juga mampu mempublikasikan karya dosen dan mahasiwa dalam bentuk digital. ''Bukan hanya printed. Tapi juga dalam bentuk e-book dan e-jurnal,'' tuturnya.
Pengelola baru Gama Press yang dilantik, Prof Drs Harno Dwi Pranowo MSi sebagai Direktur Gama Press, Dr Mutiah Amini SS MHum menjabat wakil direktur bidang penerbitan, Muhammad Agung Bramantya ST MT MEng PhD sebagai wakil direktur bidang percetakan, Prof dr Laksono Trisnantoro MSc PhD diangkat sebagai ketua Dewan Redaksi. Dibantu lima orang anggota yakni Prof Dr Mohammad Mochtar Masoed, Prof Dr Sismindari SU Apt, Prof Dr Tina Afiatin MSi Psi, Ir Alva Edi Tontowi MSc PhD, dan Prof Dr Ir Endang Sutriswati Rahayu MS.
Berikutnya pejabat yang dilantik adalah Dr Ir Aziz Purwantoro MSc sebagai sekretaris Pusat Pengembangan Pendidikan menggantikan Dr Ir Edia Rahayuningsih MS. Lalu Tri Joko Nowo Saputro SKom diangkat sebagai kepala seksi administrasi keuangan dan umum Fisipol.

( Bambang Unjianto / CN19 / SMNetwork


Sumber: suaramerdeka

Kamis, 27 Juni 2013

Pusing Skripsi..nyanyi ajalah....


Hmm … sambil tarik nafas dalam..
mau nyanyi lagunya Duo Maia, sekedar menghibur diri …
aku mau makan, ku ingat kamu
aku mau tidur, ku ingat kamu
aku mau pergi, ku ingat kamu
aku sedang bingung, ku ingat kamu
aku sedang sedih, ku ingat kamu
aku sedang bosan, ku ingat kamu
oh SKRIPSI ku, mengapa semua serba kamu ?? 
Semoga teman-teman yang sedang mengerjakan skripsi tetap semangat dan sedikit terhibur ^_^

Kiat Menulis Skripsi


Walaupun ada pepatah “No short cut for scholar” (baca: tidak ada jalan pintas mencapai sarjana”, itu bukan berarti para mahasiswa tidak dapat menyelesaikan skripsinya tepat waktu.  Persoalannya selama ini adalah pada kebanyakan kasus yang membuat skripsi itu tidak rampung-rampung lebih dikarenakan “tidak dikerjakan”, artinya tidak dipikirkan dan ditulis-tulis.


Seorang Dosen penulis pernah menyampaikan, masa depan karya tulis ilmiah Anda, tidak ditentukan oleh garis tangan, tapi jalannya jari. Nah, pertanyaan sebagian besar Mahasiswa, tentu pula menjadi pertanyaan para orang tua dan para tetangga, rekan-rekan sekampung, mengapa mahasiswa sering atau acapkali molor diwisuda ya terjawab yakni skripsi yang tidak kunjug dikerjakan.

Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Mengapa skripsi tidak kunjung diselesaikan? Jawabannya tentu beragam, namum bisa dipadatkan menjadi satu sebab, yakni skripsi yang tidak dikerjakan.
Untuk mudahnya, sesungguhnya, sebuah skripsi merupakan karya tulis berbasiskan riset yang level tuntutannya adalah terbangunnya kemampuan mendeskripsikan fenomena yang diteliti yang keberadaan sebelumnya belum banyak diketahui, masih mendam dilapisan terdalam, jauh dari pengindraan masyarakat banyak. Karena itu, melalui bantuan berbagai hasil-hasil temuan sebelumnya, ia dapat menggunakan hasil-hasil temuan sejenis atau dekat dengan masalah atau fenomena yang diteliti untuk menjelaskan atau mendeskripsikan penelitiannya.

Seorang mahasiswa, dapat memudahkan pekerjaan menulis skripsi apabila ia memiliki sikap ingin tahu dan ingin memberitahu. Dua sifat ini merupakan kedua sisi mata uang penelitian yang dapat dijadikan semacam pengingat. Cari tahu apa yang diinginkan sebanyak-banyaknya informasi atau data dan beritahu orang lain sebanyak-banyaknya informasi terkait fenomena yang diteliti.

Dari keingintahuan mencari data dan membangun pemahaman serta keinginan memberitahu orang lain terhadap penelitiannya, maka mahasiswa akan memasuki suatu tahapan permainan riset yang menyenangkan. Dengan mengerjakan atau bertindak mencari tahu dan mengerjakan atau bertindak memberitahu (lewat tulisannya) maka jalan menuju ruang wisuda semakin terang benderang
Beberapa kiat lainnya, akan disampaikan pada serial penulisan kiat lainnya.

Sukses ya menulis Skripsinya.


Skripsi..? Dari mana mulainya..?!


Dari mana cara memulai menulis skripsi? Wah kalau pertanyaan seperti ini mesti dijawab dengan cara sederhana, daftarkan diri Anda ke sebuah universitas yang bisa menerima Anda dan memberi kesempatan mencapai tingkatan penulisan skripsi. Cara lainnya adalah mulailah dengan apa yang Anda sukai. Misalnya Anda menyukai mengajukan pertanyaan apa itu skripsi? Anda boleh buka kamus, silahkan menengok langsung mahluk bernama skripsi dalam perpustakaan universitas Anda atau universitas yang ada di kota Anda.

Sesungguhnya cara seperti yang dituliskan seolah-olah berisikan ledekan, namun sesungguhnya menurut pemahaman dan pengalaman penulis, hal-hal seperti cara tersebut sangat memberi informasi yang dibutuhkan. Misalkan seseorang harus sudah mengikatkan dirinya dengan tugas akhir menulis skripsi sejak ia telah dinyatakan diterima di sebuah universitas tertentu. Dengan memulai memikirkan apa itu skripsi, seseorang atau mahasiswa telah menanamkan pemahamannya sedini mungkin. Dari pada kelabakan pada tahun-tahun perkuliahan, jauh lebih baik se-awal mungkin menginstakan tanggungjawab menulis skripsi. Tanpa disadari, cara-cara ini akan memberi pengaruh secara alam bawa sadar.

Jangan kaget bahwa banyak mahasiswa(i) yang walaupun sementara menulis skripsi tidak memahami sepenuhnya apa itu skripsi, sehingga lebih banyak menguras enerji dan merepotkan orang disekitar, termasuk para pembimbing.

Mau menulis skripsi? pelajarilah apa itu skripsi selekasnya.

Oleh : Barth Padatu

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Web Hosting Coupons